Standar packaging untuk pengiriman barang ekspedisi sangat penting untuk memastikan barang sampai dengan aman. Tanpa standar yang tepat, risiko kerusakan selama proses pengiriman akan meningkat secara signifikan.
Banyak bisnis masih mengabaikan standar packaging. Padahal, setiap ekspedisi memiliki aturan dan kondisi pengiriman yang berbeda. Barang akan melalui berbagai tahapan seperti loading, transportasi, dan unloading.
Jika packaging tidak sesuai standar, produk bisa rusak sebelum sampai ke tujuan.
Di artikel ini, kamu akan mempelajari standar packaging untuk pengiriman barang ekspedisi, termasuk material yang digunakan dan teknik pengemasan yang benar.
Mengapa Standar Packaging Sangat Penting dalam Ekspedisi?
Pengiriman barang melibatkan banyak risiko.
Barang dapat mengalami tekanan, benturan, dan perubahan kondisi lingkungan.
Beberapa risiko utama:
- barang jatuh saat pemindahan
- tekanan dari tumpukan barang lain
- getaran selama perjalanan
- kelembapan dan debu
Tanpa standar packaging, barang sulit bertahan dalam kondisi tersebut.
Menurut standar distribusi dari
International Safe Transit Association (ISTA), packaging harus mampu melindungi produk dari kondisi nyata selama pengiriman.
External reference:
https://ista.org
Komponen Utama dalam Standar Packaging Ekspedisi
1. Kemasan Primer (Primary Packaging)
Kemasan primer adalah lapisan pertama yang melindungi produk.
Contohnya:
- plastik pembungkus produk
- kemasan retail
- wadah produk
Fungsi utama kemasan ini adalah menjaga produk tetap aman secara langsung.
2. Kemasan Sekunder (Secondary Packaging)
Kemasan sekunder digunakan untuk mengelompokkan produk.
Contohnya:
- kardus
- box karton
- kemasan bundling
Kemasan ini membantu mempermudah penyimpanan dan distribusi.
3. Kemasan Tersier (Tertiary Packaging)
Kemasan tersier digunakan untuk pengiriman dalam jumlah besar.
Contohnya:
- pallet
- stretch film
- strapping band
Kemasan ini berfungsi menjaga stabilitas barang selama transportasi.

Material Packaging yang Wajib Digunakan untuk Ekspedisi
1. Stretch Film untuk Stabilitas Pallet
Stretch film membantu menjaga barang tetap rapat dalam satu pallet.
Manfaatnya:
- mencegah barang bergeser
- melindungi dari debu
- meningkatkan stabilitas pengiriman
2. Tali Strapping Band untuk Penguatan Ikatan
Strapping band digunakan untuk mengikat barang agar tidak berpindah posisi.
Material ini sangat penting untuk:
- barang berat
- pallet besar
- pengiriman jarak jauh
3. Bubble Wrap untuk Perlindungan Tambahan
Bubble wrap digunakan untuk melindungi barang dari benturan.
Material ini cocok untuk:
- barang elektronik
- produk pecah belah
- barang sensitif
Teknik Packaging yang Sesuai Standar Ekspedisi
1. Pastikan Barang Disusun Stabil di Pallet
Susunan barang harus rapi dan seimbang.
Hindari posisi miring atau tidak rata.
2. Gunakan Kombinasi Stretch Film dan Strapping
Kombinasi ini memberikan perlindungan maksimal.
- stretch film menjaga stabilitas
- strapping band mengunci posisi barang
3. Lakukan Pemeriksaan Sebelum Pengiriman
Sebelum dikirim, pastikan:
- ikatan tidak longgar
- pallet stabil
- tidak ada kerusakan kemasan
Langkah ini membantu mencegah masalah selama perjalanan.
Kesalahan yang Harus Dihindari
Beberapa kesalahan umum:
- menggunakan material yang tidak sesuai
- jumlah ikatan strapping kurang
- tidak menggunakan stretch film
- susunan barang tidak stabil
Kesalahan ini sering menyebabkan kerusakan barang saat pengiriman.
Kesimpulan
Standar packaging untuk pengiriman barang ekspedisi sangat penting untuk menjaga keamanan produk. Dengan menggunakan material yang tepat dan teknik pengemasan yang benar, risiko kerusakan dapat diminimalkan.
Stretch film, strapping band, dan bubble wrap merupakan material utama dalam sistem packaging ekspedisi modern. Dengan mengikuti standar packaging yang tepat, proses pengiriman akan menjadi lebih aman, efisien, dan profesional.
Untuk kebutuhan material packaging industri seperti stretch film dan strapping band,
CV Karunia Packaging Sembada siap mendukung sistem pengemasan bisnis Anda.


